Paduan Suara Akbar Berlogo IMM Meriahkan Pembukaan Masta ORTOM UAD 2015 di P2K UAD

Dalam tahun ajaran baru 2015/2016, penyambutan mahasiswa telah dilaksanakan di berbagai kampus di Indonesia, termasuk di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Masa Ta’aruf (Masta) yang memiliki muatan memperkenalkan Muhammadiyah melalui organisasi otonom (ortom), salah satunya IMM, turut memeriahkan jalannya pembukaan Program Pengenalan Kampus (P2K) yang ada di UAD. Pelaksanaan masta pada tahun ini diselenggarakan pada tanggal 31 Agustus s/d 3 September 2015.

Menurut Ketua Pelaksana, Immawan Fadlan, masta yang bertemakan Membangkitkan Nalar Intelektual Profetik menuju Indonesia Berkemajuan bertujuan untuk merekrut kader Muhammadiyah sebanyak-banyaknya. “Kemudian, tujuan kami mengambil tema tersebut agar nilai intelektualitas anggota setelah masuk IMM dapat meningkat. Atau walaupun mahasiswa baru tidak masuk IMM, kegiatan ini dapat mengenalkan bahwa IMM memiliki tiga nilai positif, yaitu intelektual, religius, dan nilai humanis yang dimulai dengan menumbuhkan ikatan kekeluargaan di antara anggota IMM.”
Immawan Fadlan juga menyampaikan bahwa konsep pembukaan masta tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pasalnya, masta yang lebih dihadiri 5000 mahasiswa dan dibuka di Gor Amongrogo ini, menampilkan paduan suara yang terdiri dari 120 anggota IMM membentuk formasi logo IMM. 
“Banyak pihak yang mengapresiasi gebrakan yang terbilang baru ini. Terlebih, lagu yang dibawakan adalah lagu theme song Muktamar Muhammadiyah ke-47 dan Mars IMM dengan harapan semangat berkemajuan dapat kita bawa dalam pelaksanaan Masta 2015 dan mengajak kader baru untuk ber-Muhammadiyah yang menggelorakan semangat Indonesia Berkemajuan.” Tambah Immawan Akhyar Yus, selaku salah satu SC masta 2015 ini.
Di lain kesempatan, Yuniar Wardani,S.KM.,M.PH., selaku pembina IMM UAD menyampaikan bahwa masta tahun ini harapannya dapat menjaring kader IMM yang handal sebagai kader penerus persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiah di masa yang akan datang. “Harapan itu bukan sekedar harapan kecil. Tapi saya berharap dapat terwujud untuk Muhammadiyah dan Aisyiah di periode tahun 2020 atau pada muktamar pada dua periode yang akan datang.”


Diposkan dalam Tak Berkategori. Markahi permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: