Qurban IMM UAD : Identitas IMM adalah Bermasyarakat


Dalam perhelatan Idul Adha yang dilaksanakan umat Islam di Indonesia, IMM UAD turut serta dalam memberikan kemanfaatan pada masyarakat pada moment Idul Adha tersebut dengan melaksanakan kegiatan Qurban yang dimulai pada tanggal 22-24 September 2015.
Sebanyak 150 panitia yang merupakakan pimpinan komisariat juga kader baru IMM turut dilibatkan dalam kegiatan ini yang tersebar di tiga titik lokasi yaitu Paliyan-Gunung Kidul, Lendah-Kulonprogo, dan Pleret-Bantul. Kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya kegiatan Qurban, namun juga pengajian masyarakat, baksos, lomba anak-anak, ramah tamah bersama warga, dan lain sebagainya.
Kastoyo, Tokoh Masyarakat di lokasi Qurban Gunung Kidul, menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh IMM UAD ini sangat membantu masyarakat. Ia juga menyampaikan terimakasih sebanyak-banyaknya atas sarana-prasarana yang diberikan kepada masyarakat dan harapannya kegiatan Qurban ini tidak berhenti hanya di tahun ini. “Kami sangat berharap, ini terus dilanjutkan sampai tahun yang akan datang. Kami sangat senang sekali dan merasa sudah merasa menjadi keluarga.” Tambahnya.
Di tempat yang berbeda, Immawan Pratomo sebagai salah satu panitia Qurban di Lendah-Kulon Progo, menyampaikan “Alhamdulillah, (pelaksanaan Qurban ini) sesuai dengan harapan. Mengingat lokasi ini belum pernah diadakan perayaan Qurban. Kondisi masyarakat juga cukup membutuhkan bantuan sehingga antusiasme masyarakat juga sangat baik, bahkan pemuda-pemudi dengan senang hati turut serta dalam kegiatan pengajian dan distribusi hewan qurban. Dari total 92 KK yang didata, alhamdulillah semua mendapatkan hewan qurban.”
Dalam sambutannya di Paliyan-Gunung Kidul,, Lady Farhana, Ketua Umum PC IMM Djazman Al-Kindi, menyampaikan bahwa hakikatnya IMM sudah tidak asing lagi ketika berhadapan dengan masyarakat. Pasalnya, IMM sendiri memiliki identitas, yang tercantum dalam trilogi, adalah nilai kemasyarakatan. “Sehingga, sudah sepantasnya yang namanya kader IMM tidak lagi canggung saat berada dalam masyarakat. ” Tambahnya.
Kegiatan rutin tahunan IMM UAD ini selalu diadakan di berbagai tempat di Yogyakarta sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang jauh dari perkotaan. IMM UAD banyak melibatkan pihak dalam pelaksanaan qurban, salah satunya LPSI (Lembaga Pengembangan Studi Islam) UAD juga mahasiswa secara keseluruhan.
Diposkan dalam Tak Berkategori. Markahi permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: