PC IMM Djazman Al-Kindi adakan Sosialisasi LO DIY

 
 
immdjazmanalkindi.or.id – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Djazman Al-Kindi Kota Yogyakartamengadakan kegiatan sosialisai Tugas dan Fungsi Lembaga Ombudsman (LO) DIY, yang dilaksanakan di Kampus II unit B Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, pada Senin(28/8).
Kegiatan ini diikuti oleh Kader IMM se-Djazman Al-Kindi, PC IMM se-DIY, dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM DIY, serta beberapa pimpinan di LO DIY.
Rizal Firdaus, Ketua Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan (RPK) PC IMM Djazman Al-Kindidalam sambutannya memaparkan tentang kondisi penegakan hukum di Indonesia saat ini  yang masih tumpang tindih. “masih banyaknya masyarakat yang belum tahu harus kemana ketika mengadukan dan menyelesaikan permasalahannya.” Jelasnya.
“Oleh karenanya IMM perlu mengadakan sosialisasi ini, sebagai Dakwah perjuangan IMM dalam penguatan peran sosial terhadap kebijakan publik, yang harapannya dapat disebarluaskan ke masyarakat,” tambah Rizal.
Dalam sosialisasinya, Wijaya Kusuma selaku Wakil Ketua Bidang Swasta LO DIY menjelaskan latar belakang terbentuknya LO DIY dikarenakan belum terpenuhinya hak-hak masyarakat atas pelayanan publik yang ada sekaligus belum adanya lembaga eksternal yang melakukan pengawasan terhadap pelayanan publik, Ia menambahkan, “Ombudsman DIY dibentuk berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) DIY Nomor. 69 Tahun 2014.”
“LO DIY menerima setiap pengaduan masyarakat sebelum dilanjutkan ke pengadilan yang lebih tinggi, yaitu PTUN. LO DIY mengeluarkan kebijakan berupa rekomendasi sebagai pertimbangan penegakan hukum.” Jelas Wijaya.
M. Saleh Tjan, Wakil Ketua Bidang Pemerintahan LO DIY dalam penjelasannya memaparkan bahwa LO DIY merupakan lembaga nonlitigasi yang berwenang untuk mengawasi pelayanan publik yang ada.
“Contoh permasalahan pendidikan yang dapat ditangani adalah penahanan ijazah, sertifikasi guru, pungutan liar, dan administrasi di SD, SMP, SMA, maupun Perguruan Tinggi.” Jelas Tjan.

 

Tjan melanjutkan, ia berharap agar teman-teman mahasiswa dapat mengawal permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat sebagai langkah untuk mewujudkan dakwah persyarikatan sekaligus dapat menjadi gerakan mahasiswa yang berdiri paling depan apabila terjadi ketidakadilan dan kecurangan pelayanan publik. (tati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: