Lahirkan Aktifis Dakwah Kampus melalui Pelatihan Korps Mubaligh

MEDKOMDjazki, YOGYAKARTA—Guna mewujudkan lahirnya kader-kader baru aktivis dakwah kampus, Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman (TKK) PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Djazman Al Kindi bekerja sama dengan Koordinator Komisariat IMM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan satu kegiatan bertajuk Pelatihan Korps Mubaligh, Sabtu (11/11).
Bertempat di SMP Muhammadiyah 7 Kotagede Yogyakarta, seluruh pengurus TKK Pimpinan Komisariat (PK) IMM se UAD mengikuti kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut.
Adapun peserta yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 36 peserta yang diharapkan mampu memahami ilmu dakwah sesuai dengan al Qur’an dan sunnah, menerapkan dakwah kontemporer di lingkungan universitas serta menguasai retorika dakwah dengan baik dan benar.
Ketua panitia, Andika Setyo Budi menegaskan bahwa pelatihan korps mubaligh berjalan dengan sukses dan banyak nilai-nilai kebaikan yang didapatkan oleh peserta maupun panitia. Lebih lanjut, ia berpesan kepada para peserta agar dapat mengaplikasikan apa yang telah didapat pada saat pelatihan.
“jangan lelah untuk menebar kebaikan serta menyeru amar ma’ruf dan nahi munkar dimana saja kita berada. Harapannya semoga kader-kader IMM yg terlibat dalam pelatihan tersebut siap dan istiqamah dalam mendakwahkan ilmu yang sudah didapatkan,” ungkap Andika usai acara selesai.
Adapun, kegiatan yang bertemakan membentuk generasi mubaligh, generasi ulama dan generasi pemimpin ini turut menghadirkan pemateri yang kompeten di bidangnya, anatara lain Anhar Ansori, Budi Jaya Putra, Nur Kholis, Andi Suseno serta beberapa pengurus Korp Mubaligh 3 IMM Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Berkaitan dengan hal itu, beberapa hari yang lalu, salah seorang anggota bidang Media dan Komunikasi (Medkom) Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Djazman al-Kindi Kota Yogyakarta menyempatkan diri bersilaturahmi ke rumah M. Busyro Muqoddas.
Ia sempat berpesan kurang lebih seperti ini, “Kuliah di UAD, UMY, UNISA saya rasa sudah cukup sebagai bekal menjadi seorang pemimpin,” Mengenyam pendidikan di bangku perguruan tinggi Muhammadiyah, sejatinya bukan sekadar mencari ilmu, namun juga mempersiapkan diri sebagai bekal menjadi seorang pemimpin di masa yang akan datang, lanjut ketua KPK tahun 2010 ini. Integritas dan kualitas moral serta intelektual menjadi nilai-nilai yang ditanamkan kepada setiap mahasiswa. (Mas DF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: