Membangun Perpustakaan Membangun Peradaban Utama

Oleh : IMMawan M Saiful Hadi

Keberadaan perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan arsip-arsip penting sejarah dan dokumen lainnya. Akan tetapi perpustakaan juga berfungsi sebagai agen perubahan dalam membangun peradaban bagi kehidupan bermasyarakat. Ciri masyarakat dalam membangun peradaban yang baik yaitu masyarakatnya memiliki kesadaran bahwa pentingnya membaca demi meningkatkan kualitas diri serta perubahan bagi kehidupan untuk menjadi yang lebik baik. Bangsa yang tidak pandai dalam membaca akan menjelma menjadi sebuah bangsa yang lemah dan bangsa lemah ini tidak akan pernah mampu merespon tantangan dan rintangan kehidupan di masa depan.

Hubungan antara budaya membaca dengan perpustakaan sangatlah erat. Membaca sebagai suatu cara atau kegiatan yang berguna untuk memperoleh informasi atau pengetahuan. Sedangkan perpustakaan sebagai tempat dimana didapatkan media yang menghidangkan informasi atau pengetahuan tersebut . Budaya membaca dan perpustakaan merupakan kombinasi yang sulit terpisahkan. Apa sebab? Karena kegiatan membaca memerlukan tempat yang didesain secara khusus agar para pembaca merasa nyaman, rileks, dan jauh dari gangguan. Begitu pula sebaliknya. Tanpa para pengunjung dengan budaya membaca yang tinggi, tentu perpustakaan akan kehilangan eksistensi serta fungsi alamiahnya.

Dalam KBBI budaya membaca dan menulis sering disebut sebagai Literasi yang secara sederhana diartikan sebagai kemampuan menulis dan membaca. Namun dalam konteks pemberdayaan masyarakat, literasi mempunyai arti kemampuan memperoleh informasi dan menggunakannya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Literasi informasi merupakan jiwa sebuah perpustakaan.

Dalam surat yang pertama kali diturunkan pun perintah pertama adalah membaca. QS. Al-Alaq: 1-5, Bacalah, dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, yang mengajar (manusia) dengan pena, Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

Selama tak menulis maka akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah kata Pramoedya Ananta Toer. Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sepanjang peradaban manusia tidak dapat lepas dari tulisan yang telah menjadi buku. karena buku sangat berperan penting di dalam membangun suatu peradaban. Ketika banyak membaca juga dapat menjadikan seseorang bangkit dari keterpurukan, dari ketidakadian dan dari kesewenang-wenangan yang membuat peradaban bangsa ini menjadi semakin terpuruk.

Menurut Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007, perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.

Perpustakaan merupakan sebuah jembatan yang menghubungkan sebuah bangsa dengan peradaban baru kedepannya, yang menjadi jalan untuk manusia melihat dan memahami keadaan hidup sejarah-sejarah sekaligus kesdaran hidup tentang masa depan. Perpustakaan akan mempermudah proses pembangunan suatu bangsa, karena pada perpustakaan tersebutlah menjadi “kilang pengetahuan” dan cara bagaimana membangun peradaban dan kehidupan bangsa yang lebih baik.

Perpustakaan merupakan jembatan yang menghubungkan masyarakat dan bangsa Indonesia dengan suatu peradaban yang baru, memberikan akses menuju ke suatu bangsa dan pemikiran para tokoh yang sebelumnya tidak pernah kita lihat serta kita tahu. Dengan demikianlah, maka bangsa dan generasi muda dapat mempelajarinya, mengkaji dan memahaminya. maka dapat kita prediksi sepuluh atau dua puluh tahun setelah perpustakaan tersebut di bangun, Indonesia akan menjadi raksasa dunia, menjadi negara maju dan modern, menjadi negara dengan peradaban baru, dengan generasi yang cerdas dan pemerintahan yang baik.

“Tidak ada hal yang lebih penting bagi umat manusia dari pada membawakan buku-buku dalam jangkauan semua orang, buku yang dapat meluaskan pandangan dapat membebaskan kita dari diri kita sendiri, dapat mendorong kita ke penemuan-penemuan baru dan benar-benar dapat mengubah kehidupan serta membuat seseorang menjadi anggota masyarakat yang berharga. Satusatunya jalan untuk melaksanakan ini ialah melalui perpustakaan perpustakaan”. Kutipan dari Andre Maurois seorang sastrawan Prancis dalam tulisannya yang berjudul Public Libraries and Their Mission.

Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat dan mudahnya mengakses informasi melalui genggaman tangan apakah mungkin peran perpustakaan sebagai sumber informasi akan tersingkirkan atau digantikan?

Kita tahu sekarang orang akan lebih suka, mudah dan praktis dalam mencari informasi melalui internetdengan gadget, dari pada harus jauh – jauh datang ke perpustakaan untuk mencari kebutuhan informasi. Disamping praktis gadget juga tidak memakan waktu untuk mengaksesnya dengan ditunjang internet yang sekarang bisa kita dapatkan atau diakses di banyak tempat yang menyediakan fasilitas wifi gratis. Dengan search di mesin pencari misalkan google dengan web google anda dapat dibantu dalam mendapatkan informasi lebih lanjut.

Saat ini kebutuhan informasi sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari hari, informasi dapat didapatkan dalam bentuk apapun secara digital maupun dalam bentuk konvensional. Pencarian informasi sekarang juga dapat diakses kapan pun. Dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat informasi mudah diakses dalam bentuk digital, bagaimana dengan fungsi perpustakaan yang selama ini sebagai sumber informasi? Dapatkah perpustakaan bersaing dalam era globalisasi ini dengan perkembangan teknologi yang mempermudah orang untuk mencari informasi melalui dunia digital. Apakah masih adakah orang yang mau mencari informasi melalui perpustakaan?

Agar dapat bersaing dengan perkembangan teknologi perpustakaan harus dapat memanfaatkan teknologi tersebut. Perpustakaan harus dapat menyediakan fasilitas dengan mengikuti teknologi terbaru saat ini. Untuk mempermudah pengunjung dalam mengakses informasi perpustakaan dapat menyediakan fasilitas wifi yang cepat dan gratis. Agar koleksi perpustakaan yang berupa hardcopy mudah di akses pengguna perpustakaan dari luar kota perpustakaan harus bisa menyediakan layanan perpustakaan digital, koleksi perpustakaan yang dilayankan dalam bentuk softcopy atau yang sering disebut e-book atau electronic book atau juga dikenal dengan istilah buku digital adalah versi elektronik dari buku. Jika buku pada umumnya terdiri kumpulan kertas yang dapat berisikan teks atau gambar, e-book berisi informasi digital yang juga dapat berwujud teks atau gambar. Terdapat berbagai format e-book yang populer antara lain adalah teks polos, PDF, JPEG, LIT dan HTML. Sehingga pengunjung perpustakaan tidak harus jauh jauh datang ke perpustakaan untuk mengakses informasi, kebutuhan informasi bisa di akses dimanapun dan kapanpun tidak terbatas pada ruang maupun waktu. Dengan begitu peradaban yang utama sebenarnya sudah ada di dalam genggaman kita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: