Manifestasi Kader Ikatan

Oleh : M Saiful Hadi

Sekretaris Umum PC IMM Djazman Al Kindi Kota Yogyakarta

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ( IMM ) ialah organisasi mahasiswa Islam di Indonesia yang memiliki hubungan struktural dengan organisasi Muhammadiyah dengan kedudukan sebagai organisasi otonom. Memiliki tujuan terbentuknya akademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah harus dimaknai secara sungguh-sungguh, yaitu sebagai wadah perjuangan yang dengan dirinyalah kita akan mewujudkan sebuah tujuan yang sesungguhnya. Memahami orientasi organisasi adalah sebuah keniscayaan bagi para kadernya sebagai manifestasi dari kesadaran dirinya yang memiliki landasan dan pegangan yang kokoh tanpa keraguan sedikitpun. Keyakinan adalah modal utama dalam perjuangan sehingga dirinya rela berkorban dengan mewakafkan dengan segala potensi yang dimilikinya, dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan. Tapi, keyakinan tanpa diaktualisasikan dalam bentuk aktivitas yang nyata adalah sebuah halusinasi yang melahirkan kesia-sian.

Komitmen merupakan kesepakatan untuk melakukan suatu kontrak. Dimana suatu kontrak tersebut akan berjalan stabil jika seorang yang menjalankan suatu kontrak tersebut, memegang penuh komitmen yang disepakati dari awal bermulanya kontrak berlangsung. Suatu hal yang tidak akan pernah bisa lepas dari kehidupan, karena jika tidak ada seorangpun yang bisa berkomitmen atau punya komitmen maka kehidupan seorang insan akan tidak terarah dan berjalan labil seperti kapal ditengah badai lautan yang terombang – ambing untuk mencapai kestabilan arah angin. Contoh terdekat yang bisa kita lihat dalam kehidupan sehari – hari, ketika seorang insan tidak mengetahui dia akan kemana didunia ini, dia akan melakukan apa didunia ini, bahkan dia tidak tahu dia hidup untuk siapa.

Kesadaran merupakan hal mutlak yang seharusnya terkandung dalam setiap relung hati seorang insan. Namun, pada kenyataannya sikap sadar kurang tertanam dalam setiap kehidupan manusia, terutama sikap sadar akan keadaan individu pribadi, jika rasa sadar tidak benar – benar terpatri dalam hati tidak akan mampu seorang individu menyelesaikan suatu problematika kehidupan bermasyarakat dan pribadi. kehidupan yang mudah untuk dilisankan tetapi sukar untuk ditegakkan. Hal ini dikarenakan kesadaran tidak hanya diterapkan pada sendi-sendi terkecil dalam kehidupan seorang insan, melainkan juga harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Organisasi ialah suatu kapal bagi beberapa orang yang mempunyai tujuan yang sama untuk menyebrangi suatu lautan. Tujuan tersebut tidak akan terealisasi tanpa hadirnya komitmen dan adanya kesadaran pada tiap individu yang tergabung dalam organisasi tersebut misalnya, seoarang individu harus sadar bahwa dia akan menyebrangi suatu lautan yang sangat membahayakan jiwanya dan penumpang lainnya dan agar mereka selamat sampai pulau tujuan, sekelompok manusia tersebut harus punya kontrak untuk mengamankan diri mereka sendiri, seperti tidak diperbolehkan melakukan hal–hal yang bisa membahayakan jiwa mereka, dan sebagainya. Di dalam organisasi, peraturan – peraturan tersebut dimaksudkan untuk tetap menjaga komitmen kader dalam mencapai tujuan tujuan organisasi dengan suatu gerakan. Gerakan tersebut dapat dibangun jika tiap individu memiliki komitmen yang tinggi dan rasa sadar yang dalam.

Tetapi memahami hal yang demikian bukanlah untuk dibiarkan, akan tetapi harus menjadi sebuah tantangan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dalam membangun bangsa yang berkemajuan dengan semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Masyarakat berkemajuan adalah masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadaban yang luhur. Oleh karena itu, setiap insan senantiasa mempunyai tanggungjawab moral yang tinggi untuk turut andil dalam mengembangkan dan membina system nasional yang sedang dibangun sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 untuk mewujudkan masyarakat yang Baldatun Thayyibatun wa rabbun Ghafur.

Negara dan bangsa berkemajuan memerlukan karakter kepemimpinan yang progresif, reformatif, inspiratif dan berakhlak mulia yang mampu menyerap aspirasi masyarakat dan mengkristalisasikan nilai-nilai etika keagamaan sebagai landasan kebijakan di berbagai sektor kehidupan kebangsaan. Dalam konteks kehidupan kebangsaan, kepemimpinan profetik adalah kepemimpinan yang memiliki komitmen terhadap kebenaran, mendorong terwujudnya keadilan sosial dan ekonomi, berpihak kepada hak-hak masyarakat, serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya. Kepemimpinan profetik memiliki kualitas ruhaniah yang memadukan keseimbangan hubungan dengan Tuhan dan dengan sesama umat manusia serta lingkungannya untuk membangun peradaban hidup yang utama.

Perjalanan Panjang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dalam menghiasi kehidupan bangsa yang diwujudkan melalui berbagai usaha memperbaiki kondisi bangsa merupakan hasil dari adanya usaha memperbanyak lahirnya pemimpin yang berjiwa profetik. Sejak didirikan 53 tahun yang lalu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah selalu berkomitmen untuk mewujudkan terbentuknya akademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah. Disadari atau tidak, ini adalah tugas mulia yang harus terus diperjuangkan. Perjuangan inilah yang harus dijadikan alasan untuk terus berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dalam menghiasi dinamika kehidupan Agama, Nusa dan Bangsa.

Arah gerakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah berkemajuan dapat terwujud sebagai nilai terinternalisasi pada diri dan kelompok kader Ikatan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang mewujudkan dalam gerakan di tiga bidang gerakan, yaitu keagamaan, kemahasiswaan dan kemasyarakatan. Optimisme dalam menyongson cita-cita Muhammadiyah untuk menjadikan masyrakat yang sebenar-benarnya. Ikanatan Mahasiswa Muhammadiyah Berkemajuan yang Rahmatalil alamin memberikan rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta. Sebagai agen perubahan dalam bidang sosial dan pembawa pencerahan untuk mewujudkan Indonesia Berkemajuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: