Bingkai Generasi

Oleh : IMMawan Suheri

Salah satu cara untuk meneruskan perjuangan yang kita perjuangkan adalah munculnya sebuah generasi yang akan memperjuangkan apa yang telah di perjuangkan, ketika akan lahirnya sebuah generasi haruslah di persiapkan oleh sang Pencipta, dan bagaimna generasi itu akan membawa dirinya dan sebuah bangsanya itu tergantung dari manusia yang mengajarinya. Setitik harapan manusia adalah membawa generasi yang telah diciptakan untuk masa depan bangsa dan keluarga, dari sinilah bagaimana peran orang tua sangat berpengaruh terhadap bangsa, sehingga arah kedepannya berawal dari keluarga.

Keluarga, iya keluarga, banyak hal yang ingin ku tuliskan tentang prinsip keluarga yang memberikan pendidikan khusus terhadap anaknya, hanya bermodalkan sikap dan juga kosdisi untuk memungkinkan pendidikan terhadap anaknya. Beda dengan fasilitas yang ada di persekolahan anakny. Banyak orangtua yang hanya bermodalkan ijazah sd tapi bingkai generasinya banyak yang sukses, dalam hal apapun, perihal apa yang diberikan Tuhan terhadap orang tua sehingga dia mampu membuat generasi yang sangat bagus, tapi dalam keluarga yang mungkin dikatakan mampu dan orangtuanya mempunyai akademika tinggi kadang juga belum mampu membuat bingkai generasinya sukses yang mejadi pertanyaan, apakah pendidikan anak harus diasah dari perilaku nya atau dalam naluri akademikanya yang pertamakali diasah?

Jawabannya mungkin saja banyak hal pertentangan. Menurut saya sebuah generasi yang mampu mengubah dunia ini adalah mengasah perilakunya dan juga kedisiplinannya dalam kehidupan dan untuk lebih mengasah lagi orang tua dapat memberikan contoh terhadap apa yang di perlihatkan anak .

Kalau melihat orang terdahulu banyak mengalami kesuksesan yang sangat besar dibandingkan sekaranag, mengapa? Kuncinya yang dialami anak sekarang adalah “kekinian” , “gengsi” kata itulah yang berpengaruh besar terhadap anak, tapi tidak hampir semuanya, ketika anak sedang belajar dan di saat itu teman-temannya datang mengajak untuk bermain gtame atau pun gadget, anak yang sedang belajar tadi tidak mau, muncul lah kata “alah kamu sih gak jaman gak mau ikut main game, masak di jaman sekarang kamu gak punya gadget“ kata simple tapi bermakana besar terhadap anak, dan di saat itulah orang tua merasa anak nya kasihan di ejek sama teman-teman kelasnya sehingga orangtuanya pun memebelikan anak tersebut gadget, ketika kebiasaan anak yang belajar tadi biasa dengan bukuinya ketika itu kedua orangtuanya membelinya karena merasa gengsi, maka kebiasaan anak tersebut akan berubah drastis ke gadget apabila orangtua tersebut tidak mengawasinya, maka apa yang terjadi semua prestasi anak tersebut semakin turun dan di situlah orang tua marah kepada anaknya dan membuat anak tersebut secara psikis menjadi takut .

Perlu sangat di perhatikan dalam globalisasi saat ini peran orangtua sangat lah di pentingkan, melihat cerita kedua orangtua musa, seorang anak kecil yang meraih Al-hafidz di tingkat internasional, yang pertama didik orang tuanya adalah meninggalkan semua yang berkaitan kekinian yang berupa elektronik-elektronik, sehingga apa yang di capai dalam pendidikan orangtuanya ialah anaknya bisa samapi pergi ke penjuru dunia dengan prestasi Al-hafidz anak tersebut, kalau melihat dalam akademika orangtua musa tidak lah sebanding dengan seorang dosen, guru, maupun profesor, tapi dia bermodalkan akhlak terhadap anaknya. Artinya dalam tulisan ini adalah pendidikan yang terpenting untuk di ajarkan adalah akhlak dan juga kesederhanaan, sehingga saya bisa belajar di masa kini untuk aku bisa mendidik generasiku di masa yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: