PERNYATAAN SIKAP TERKAIT PELARANGAN CADAR

PERNYATAAN SIKAP TERKAIT PELARANGAN CADAR

Oleh Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman DPD IMM DIY

         Setelah mencermati berita yang sedang beredar dan menjadi viral di kalangan masyarakat tentang pelarangan dan pemecatan para mahasiswi yang menggunakan cadar di UIN Sunan Kalijaga berdasarkan surat resmi nomor B-1031/UN.02/R/AKA.00.3/02/2018, maka berikut kami menyampaikan pernyataan sikap terkait fenomena tersebut:

  1. Sesuai dengan pasal 28 E ayat 1 UUD 1945 yang mengatakan bahwa setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal diwilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali dan juga pada pasal 29 UUD 1945 yang menyatakan pada ayat 1 bahwa Indonesia merupakan negara yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, dan dilanjutkan pada ayat kedua bahwa negara memberikan penjaminan kepada seluruh warga negara Indonesia untuk memeluk agamanya dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya, maka dengan adanya penjaminan dari negara terkait kebebasan menjalankan keyakinan dan ibadah setiap anggota masyarakat, menjadi tidak wajar ketika ada sebuah institusi melakukan pelarangan terhadap keyakinan terhadap agamanya dalam hal ini menggunakan cadar.
  2. Adapun terkait alasan pelarangan cadar seharusnya institusi terkait dapat menjelaskan dengan alasan yang lebih berdasar dan jauh dari tendensi seperti kekhawatiran masuk ke aliran radikal (liputan6.com, 5 maret 2018). Sangat tidak elok ketika institusi akademik justru mengeluarkan keputusan-keputusan yang tidak berbasis data dan fakta. Terlebih, Indonesia adalah negara hukum yang menjamin segala hak warga negaranya.
  3. Kami menolak jika dalam unsur pelarangan cadar ini ada unsur diskriminasi dan marginalisasi yang merugikan wanita bercadar.
  4. Sebagai kader IMM yang merupakan organisasi otonom Muhammadiyah, kami meyakini terkait cadar yang dikeluarkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid, jilid 4 halaman 238 yang menyatakan bahwa cadar tidak ada dasar hukumnya baik dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, namun, kami tetap menghormati atas keputusan para muslimah yang bercadar berdasarkan keyakinan keagamaannya tersebut sebagai rahmat dalam perbedaan.
  5. Kader IMM jangan membiasakan diri untuk menggunakan stigma yang tidak rasional pada hal apapun yang berseberangan dengan pendapat kita, terkhusus persoalan cadar dan berdasarkan nilai dasar yang kita yakini yang menyatakan bahwa segala bentuk ketidak-adilan, kesewenang-wenangan dan kemungkaran adalah lawan besar gerakan IMM perlawanan terhadapnya adalah kewajiban setiap kader IMM
  6. Kami menghimbau kepada seluruh kader IMM, khususnya kader IMM DIY untuk terus fokus berkarya dan menjadi problem solver bagi persoalan ummat yang ada, tidak lupa agar kita terus beramar ma’ruf nahi mungkar sesuai dengan identitas gerakan kita.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan agar diperhatikan dengan sebaik-baiknya. Billahi fii sabiililhaq Fastabiqulkhoirot

Lady Farhana
Fitri Muslimah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: