FILANTROPI SALAH SATU JALAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

FILANTROPI SALAH SATU JALAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Oleh : Muhammad Isa Anshori

Filantropi Masyarakat Berdaya

Berawal dari pengetahuan tentang pemberdayaan masyarakat yang begitu minim, serta maraknya kampanye tentang pemberdayaan masyarakat. Saya mencoba sedikit ingin mengulas tentang peberdayaan masyarakat dikalangan komunitas, atau kelompok yang melakukan praktek ini. Wujud pemberdayaan masyarakat yang begitu banyaknya serta inovasi bentuk, menjadikan ketertarikan terhadap gerakan ini. Apalagi akan bersinggungan tentang kondisi masyarakat yang beraneka ragam, potensi , sekaligus tentang sebagian masyarakat yang terasingkan, terpinggirkan dan termarjinalkan.

Mendengar kata pemberdayaan masyarakat, seringkali kita temui kata pembinaan, misal desa binaan. Sebenarnya agak sedikit tidak enak ketika mendengar kata itu, entah mengapa lebih enak menggunakan kata pendampingan masyarakat. Sepertinya lebih elegan dan lebih bisa dianggap bersahabat. Pendampingan mempunyai unsur kesetaraan, sejajar. Sehingga masyarakat tidak canggung dan jangan sampai seolah-olah kita menggurui. Sensitifitas masyarakat sangat tinggi terhadap hal yang seperti itu, maka dari itu saya lebih nyaman menggunakan kata pendampingan dari pada binaan.

Kiranya kita ketahui, wujud dari pemberdayaan memiliki berbagai gerakan. Salah satunya adalah gerakan filantropi. Gerakan untuk memberi, bisa juga disebut dengan gerakan kedermawanan. Sebagai manusia yang pada hakikatnya adalah makhluk sosial, yang tidak bisa hidup sendiri dan membutuhkan orang lain. Sejatinya harus sudah faham dan sudah selesai dengan gerakan ini. Sebetulnya dirasa atau tidak, kegiatan filantropi sering dilakukan. Namun karena istilah filantropi sedikit asing di kalangan masyarakat luas, istilah filantropi pun jarang digunakan.

Dalam konsep filantropi wujud mencintai manusia adalah dengan memberi. Memberikan sesuatu kepada orang lain, dalam konteks ini adalah harta benda. Dalam hal lain filantropi sering diistilahkan dengan pemberian si kaya terhadap si miskin. Namun, pernyataan ini saya sedikit kurang sepaham, karena memberi tidak hanya dilakukan oleh si kaya saja, semua orang bisa melakukan, tapi ya sudahlah itulah pendapat, bisa benar bisa tidak tergantung bagaimana kita menyikapinya.

Oke kita lanjutkan. Bagi saya memberi dalam konteks filantropi bisa dimodifikasi dengan lebih baik. Pasalnya memberi disini hanya sekedar memberi saja, tidak memikirkan setelahnya. bagi saya konsep memberi dalam filantropi adalah untuk menjadikan masyarakat menjadi berdaya. Bukan menjadikan masyarakat memiliki mental peminta. Bilamana konsep filanropi hanya sekedar memberi saja akan menjadikan masyarakat memiliki mental peminta, tidak berkembang dan tidak menjadikan masyarakat produktif.

Untuk mencapai perenungan gerakan yang seperti itu, perlu adannya pendalaman narasi dan pendalaman materi terkait dengan filantropi itu sendiri. Sehingga bisa didapatkan gerakan yang bisa menjadikan masyarakat produktif. Gerakan ini akan berjalan dengan maksimal bilamana banyak relawan gerakan ini juga melihat kondisi realitas yang ada, kondisi masyarakat yang dituju, serta potensi apa yang mungkin bisa membantu mereka untuk mengembangkan potensi yang ada, dan pada akhirnya pemberdayaan masyarakat menggunakan jalan filantropi ini berhasil.

Filantropi Kader IMM

Sebagai organisasi pergerakan mahasiswa, IMM mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap kondisi masyarakat. Tiga pusaka sakti IMM menjadi pijakan yang harus benar-benar dipijak. Terkadang pijakan yang sudah disediakan oleh para pahlawan terdahulu berbaju maroon ini sering dilupakan. Padahal tiga pijakan yang dibuat itu adalah sesuatu dasar yang apabila bisa dipahami dan dikembangkan akan menjadikan IMM sebagai organisasi pergerakan yang peduli terhadap kondisi masyarakat dengan sebetul-betulnya. Tiga pijakan itu adalah Religiusitas, Intelektualitas, Humanitas.

Memang ketika kita berbicara dengan membawa kata organisasi pergerakan hal yang tertuju adalah tentang pengawalan kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro dengan rakyat, tentu bisa kita simpulkan itu pengawalan dalam hal politik. Perlu dan perlu sekali kirannya dalam hal itu. Namun terkadang pengawalan yang lainnya sering terabaikan, karena banyak yang terfokus dengan yang pertama tadi. Pengawalan masyarakat dalam bidang sosial yaitu pemberdayaan seringkali tercecerĀ  bahkan sepi peminat. Ya memang seperti itu keadaannya. Hal yang berkaitan dengan pemberdayaan terkadang memiliki peminat yang kecil karena akan menguras waktu, tenaga, fikiran, serta ketahanan sabar yang nantinnya akan terbentur oleh keadaan.

Melihat Pijakan IMM, meneguhkan kembali gerakan imm bukan hanya gerakan yang hanya mengawal dalam kebijakan pemerintah saja namun jugu sebagai gerakan keagamaan, gerakan intelektual serta gerakan kemanusiaan. Ketigannya tidak bisa dilepaskan satu persatu, saling terikat dan saling suport antara ketigannya. Muara dari semuannya adalah gerakan kemanusiaan yang tertuju kepada kemasyarakatan. Apa yang telah didapatkan dari gerakan intelektual dan gerakan keagamaan diwujudkan dalam gerakan kemanusiaan.

Bentuk dari gerakan filantropi kader IMM sudah menjamah sebagian besar kader-kader IMM, kepedulian terhadap sesama yang sedang mengalami kesusahan sangatlah besar. Kepedulian terhadap korban bencana akhir-akhir ini menunjukan salah satu bentuk kepedulian. Selain itu pendampingan terhadap desa-desa yang memang perlu didampingi sudah banyak menjamur dikalangan kader-kader IMM. Lembaga-lembaga Filantropi pun juga banyak berdiri dengan inisiasi dari kader-kader IMM. Ini merupakan suatu bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Namun perlu kirannya kita telisik lagi, apakah gerakan yang dilakukan tadi sudah masuk dalam kategori filantropi yang sudah dibahas tadi diatas atau belum, atau hanya sekedar gerakan kepedulian saja, atau hanya sekedar gerakan memberi saja tanpa membuat masyarakat berdaya ?

Yang terpenting, kita mulai dari kesadaran kita tentang kepedulian, tentang kedermawanan, untuk mencapai filantropi masyarakat yang bisa berdaya.

Terimakasih salam berdaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: