Romantisme Perjuangan

ROMANTISME PERJUANGAN
Oleh : Haryono kapitang

Orientasi perjuangan bukanlah untuk memperoleh sebuah jabatan atau kedudukan, apa lagi ketenaran, tetapi yang menjadi orientasi perjuangan mahasiswa ialah berlomba-lomba dalam kebaikan serta menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Seringkali, kita menemukan mahasiswa yang bergelut di dunia organisasi pergerakan mahasiswa dengan wajah yang tampak kusam, lelah, dan setumpuk permasalahan yang seolah tak pernah usai. Apakah itu yang dinamakan sebagai siksaan bagi para mahasiswa pergerakan? Bukan, itu bukanlah penyiksaan melainkan jalan cinta bagi para mahasiswa pergerakan. Apakah itu merupakan sebuah kebodohan? Bukan, bukan sebuah kebodohan tetapi itu adalah bentuk dari berlomba-lomba dalam kebaikan dan upaya agar menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainya.

Mungkin kita terlihat seakan tidak peduli kepada diri senidri, tetapi inilah jalan cinta kita, dan inilah perjuangan kita. Teringat sebuah kisah seorang panglima besar ketika kondisi fisiknya tidak memugkinkan untuk berperang, beliau berkata “yang sakit itu Soedirman, panglima besar tidak pernah sakit”. Ya, beliau adalah Jenderal Soedirman. Mungkin berlebihan jika di bandingkan dengan perjuangan yang dilakukan oleh para pejuang terdahulu, tetapi yang jelas perjuangan tak semudah membalikkan telapak tangan, tak seindah bunga mawar, dan tak selembut kapas muka. Jalan ini tidak mudah kawan. Jalan ini, ya jalan yang mempertemukan kita semua dengan visi dan misi yang sama.

Tidak sedikit yang mengajukan pertanyaan, mengapa dan bagaimana bisa mengambil dan mau bertahan di jalan yang tidak semua orang ingin melaluinya? Hanya dengan keikhlasan kita akan mampu melalui jalan perjuangan, keikhlasan dalam memberikan pikiran dan tenaga yang lebih, keikhlasan, dan keikhlasan mengorbankan jiwa dan raga. Apakah sesulit itu jalan perjuangan? Apakah imbalan yang kita dapatkan? Jalan perjuangan memang bukanlah jalan yang mudah dan dijalan ini kau tidak akan mendapatkan imbalan apapun, kecuali ridho Allah. Jika kau mencari sesuatu yang lebih bukan disini jalannya, kau boleh mencari jalan yang lain untuk memperoleh sesuatu yang lebih.

Apa yang aku dapatkan melalui jalan ini tidak lain hanyalah bonus dari setiap kegiatan yang dilakukan. Nasi bungkus untuk makan siang atau makan malam. Meskipun begitu, ada suatu kepuasan dan kebahagiaan tersendiri ketika telah melaksanakan sebuah kegiatan dengan lancar, letih dan lelah itu terbayar lunas, namun itu semua belum usai masih ada jalan perjuangan yang harus dilalui selanjutnya. Sekali lagi aku tegaskan, jalan ini bukanlah jalan yang mudah tetapi ini adalah jalan dengan penuh pengorbanan. Terkadang aku berpikir untuk berhenti dari jalan ini dan mencari jalan lain seperti jalan yang diambil oleh banyak mahasiswa lainya, bersenang-senang dan menikmati masa muda dengan penuh kebahagian. Namun, itu tidak aku lakukan karena dijalan ini aku belajar tentang arti hidup dan perjuangan. Jalan yang kita pilih ini sungguh melelahkan kawan. Tapi entah kenapa kita memilih jalan ini. Sering aku bertanya kenapa kita memilih jalan ini, semua itu karena cinta. Cinta ialah rencana menuju luka, dengan ikatan cinta pula yang menghubungkan aku dan kau yang kemudian menjadi kita untuk tetap melanjutkan estafet perjuangan ini, dan atas nama cinta kita tidak dapat dipisahkan oleh segala hal yang menghalangi kita dijalan perjuangan.

Kawan, tidak sedikit orang-orang diluar sana mencemooh atas apa yang kita lakukan, kita dikatakan bodoh, dan kurang kerjaan, kita dikatakan bahwa yang kita lakukan ini adalah pelarian dari akademik yang buruk, bahkan ada yang mengatakan bahwa kita melewati jalan ini hanya untuk mencari ketenaran semata. Sering kita tidak dihargai dan dipandang sebelah mata. Sungguh miris. Tapi biarkan mereka yang tidak tahu apa-apa mencemooh dan menghakimi kita. Inilah jalan sunyi bercahayakan cinta yang kita pilih.

Kawan, jangan sampai apa yang menimpa kita di jalan yang kita pilih ini membuat langkahmu terhenti. Dengan memohon ridho dan pertolongan Allah, fii sabilillah dan fastabiqul khoirot harus tetap ditegakan lewat hati, perkataan, dan perbuatan. Jika suatu saat nanti kau ingin beranjak dari jalan ini, renungkanlah amanah ummat dan ikatan yang ada di pundak mu.

 

Salam mahasiswa!!!
Panjang umur perjuangan!!!
Fastabiqul khoirot!!!

 

*penulis merupakan anggota komunitas literasi janasoe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: