Aktualisasi Berpuasa

AKTUALISASI BERPUASA

Oleh : Shopyan Jepri Kurniawan

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat dinanti-nanti oleh umat Islam pada umumnya. Dimana di bulan Ramadhan semua yang dilakukan dalam hal kebaikan akan dilipat gandakan pahalanya.

Bulan Ramadhan sering disebut sebagai bulan puasa karena di dalamnya setiap umat Muslim wajib melaksanakan ibadah puasa.  Dalam KBBI ( Kamus Besar Bahasa Indonesai ) berpuasa memiliki makna meniadakan makan, minum, dan sebagainya dengan sengaja (terutama bertalian dengan keagamaan)  dan arti yang lain adalah salah satu rukun Islam berupa ibadah menahan diri atau berpantang makan, minum, dan segala yang membatalkannya mulai terbit fajar sampai terbenam matahari; saum.

Secara sederhana, puasa adalah menahan sesuatu yang tidak boleh dikerjakan pada waktu yang ditetapkan, hal ini sudah menjadi kesepakatan antara manusia dan Allah. Namun, makna puasa tidak hanya persoalan makan dan minum yang bersifat “nampak” atau dapat dilihat, tetapi puasa memiliki makna lebih dari itu.

Tentang puasa, bayangkan siapa yang mengetahui manusia itu berpuasa atau tidak?

Itulah istimewanya puasa karena puasa adalah ibadah yang pure langsung dibalas oleh Allah SWT, ibadah yang hanya diketahui oleh individu dan Tuhannya.

Puasa selain menahan seperti yang dijelaskan diatas, juga bermakna pembatasan, yaitu dimana seseorang mempunyai batasan dalam setiap ruang dan waktu, analoginya seperti yang disampaikan oleh Cak Nun, contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam berpakaian kita harus berpuasa sebab tidak mungkin kita akan memakai semua baju yang kita miliki, kita justru akan dianggap gila, contoh lain selain itu adalah suami istri, laki laki pasti mempunyai rasa menyukai semua perempuan tetapi dengan makna puasa dia hanya fokus kepada istrinya.

Bulan ramadhan hendaknya dijadikan sebagai kawah umat muslim untuk lebih mengerti dan memahami puasa, bahwa puasa harus dilakukan dalam kehidupan sehari –hari seperti dalam bertutur kata maupun bertingkah laku. Supaya puasa bukan hanya dilakukan saat bulan Ramadhan, tetapi jadikan bulan ramadhan ini sebagai latihan pengisi amunisi untuk melawan 11 bulan lainnya.

Mengutip kata – kata Cak Nun, “Barang siapa paham puasa, maka dia akan jaya dan selamat. Barang siapa tidak paham dan menolak puasa, semakin dia menolak, semakin cepat kehancurannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: