GERAKAN TAJDID MUHAMMADIYAH DALAH MEMBANGUN CIVIL SOCIETY

Pada saat ini Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi islam terbesar di tanah air ini dan tengah memasuki usia yang ke dua abad. Dalam memasuki usia yang ke dua abad ini pastinya banyak yang akan berubah dimasa ini dan di masa yang akan datang serta setelah masa reformasi ini muncul pemikiran-pemikiran yang tumbuh dan menyebar serta menjadikan arus baru yag tidak dapat dicegah. Muhammadiyah harus ada ditengah arus besar ini untuk tetap menghadirkan gerakan wasathiyah dimana maksud gerakan wasathiyah ini adalah merupakan karakter umat baik di Indonesia maupun di dunia, umat yang berkemajuan dan umat yang dinamis.

Ketika Muhammadiyah tidak melakukan gerakan tajdid Muhammadiyah tidak akan bertahan sampai saat ini dan juga Muhammadiyah akan tertinggal dengan era yang sudah maju saat ini. Maka dari itu, Muhammadiyah sampai saat ini mencerminkan bahwa semangat tajdid yang dimiliki oleh aktivis Muhammadiyah masih terjaga dengan baik. Betapapunbanyak kelompok yang mengkritik namun upaya perubahan tetap dijalankan dengan pemikiran dan gerakan sosial masih menjadi agenda utama Muhammadiyah. Apalagi dengan kuatnya pengaruh globalisasi yang semakin induvidualis dan keringnya moralitas anak-anak bangsa sehingga Muhammadiyah menjadi gerakan tajdid hingga saat ini.

Gerakan pembaharuan atau gerakan tajdid ini adalah gerakan pembaruan pemikiran muhamadiyah untuk mencari pencerahan atas persoalan yang sedang dihadapai yang merujuk kepada al qur’an dan as Sunnah sebagai landasan sekaligus memberikan arahan kedalam pemikiran yang harus dikembangkan.

Pada masa ini atau dimasa era globalisasi ini bukanlah suatu yang bisa kita hindari, sebagai organisasi moden yang telah berusia 107 tahun ini Muhammadiyah memiliki peran penting dalam membangun civil society, karena dampak globalisasi yang menjerat manusia kedalam aktivitas yang cenderung pragmatis dan tidak mengindahkan nilai kemanusiaan serta situasi politik yang cenderung berorientasi pada kekuasaan yang mengabaikan pembangunan manusia secara utuh jadi, disinilah peran gerakan tajdid Muhammadiyah dalam membangun civil society.

Muhammadiyah lahir dengan latar belakang sosial empiris seperti pendidikan, ekonomi, dan politik untuk menumbuhkan sebuah gagasan gerakan tajdid agar peradaban manusia tetap maju dan mampu bergulat dengan perkembangan zaman. Karena tidak dapat dipungkiri di era yang semakin maju ini khususnya pada aspek perilaku masyarakat yang semakin dindividualis dan keringnya moralitas anak-anak bangsa dan disinilah seharusnya Muhammadiyah dipaksa bekerja keras agar umat islam tidak terjerumus pada aktivitas atau perilaku – perilaku yang tidak mengindahkan harkat dan martabat manusia seperti abnyak yang disaksikan saat ini.

Sebelumnya gerakan tajdid Muhammadiyah jika dilihat pada praksisnya memiliki dua orientasi yaitu puritan dan reformasi. Puritan ialah gerakan yang memiliki tujuan untuk mengembalikan pemahaman islam sesuai dengan apa yag diajarkan oleh nabi Muhammad atau yang diistilahkan degan islam sesuai dengan tuntutan al quran dan as Sunnah

Sedangkan reormasi adalah gerakan yang bertujuan untuk membenahi tatanan sosial masyarakat yang selama ini banyak ditindas oleh kelompok imperialism dan kolonialisme. Bentuk praksisnya dengan  memberikan pola pikir masyarakat agar menajdi masyrakat yang maju dan peka terhadap realitas melalui gerakan yang diwadahi dengan pendidikan, kesehtaan dan sosial masyarakat.

Kiprah gerakan Muhammadiyah yang didorong oleh spirit tajdid bisa dilihat dan dipahami melalui berbagai perspektif, seperti historis, teologis, ekonomi, dan budaya. Perspektif historis menggambarkan gerakan muhamamdiyah sebagai gerakan perubahan islam yang berdialektika dengan gerakan perubahan islam di barat tengah.

Kiprah Muhammadiyah didalam pembangunan perekonomian umat islam di Indonesia, bergerak dengan spirit al maun dan al asr yang ditompang dengan nilai kebudayaan, gotong royong, menjadikan Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi islam yang memiliki kepedulian terhadap kondisi perekonomian yang saat ini masih bisa dikatakan lemah karena kuatnya pengaruh kapitalisme.

Gerakan tajdid Muhammadiyah jika dilihat pada praksisnya ada dua orientasi yaitu puritan dan reformasi. Dalam orientasi reformasi dimana adanya proses perubahan atau pemebntukan kembali suatu tatanan kehidupan yang lama diganti dengan tatanan kehidupan yang baru. Dimana ujuan adanya gerakan reformasi adalah untuk melakukan perbaika di berbagai bidang kehidupan masyrakat sehingga masyarakat lebih baik dan tepat sasaran dimasa depan.

Kelebihan pemikiran reformasi modernis yang dilakukan Muhammadiyah itu secraa ssstematik dan nyata justru diwujudkan dalam amaliah yang terlembaga seperti pendidikan, gerakan PKO atau Al Maun melalui pelayanan sosial dan kesehatan serta berbagai terobosan amaliah lainnya melalui institusi sosial yang modern dan dalam konteks kekinian dan dalam ruang pemikiran yang sudah maju saat ini serta kehidupan umat manusia yang sudah kompleks zaman modern yang serba canggih diperlukan perunahan pemikiran atau tajdid yang lebih luas watak reformis – modernis yang melekat dalam Muhammadiyah tertentu memerlukan kritik kedalam dan pengayaan baru.

By. IMMawati Musdalifah Anggota Bidang Kader PC IMM Djazman al Kindi Kota Yogyakarta

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: