ILMU SOSIAL PROFETIK JALAN MENUJU PERUBAHAN SOSIAL YANG LEBIH BAIK

Proses perkembangan masyarakat dan sejarah yang merupakan bagian yang terus berjalan dan memberikan warna untuk mengaktualisasikan berbagai hal yang ada dalam diri serta kepentingan–kepentingan yang membentuknya. Kemajuan peradaban merupakan proses menuju suatu keniscayaan yang diharapkan dan dimimpikan dengan sebuah aksi real dalam perkembangan pemikiran. Kemampuan akal yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia meupakan suatu bentuk nilai lebih sebagai pengaktualisaan peran manusia sebagai khalifah di muka bumi. Dengan pemikiran-pemikiran itulah manusia dapat terus mengikuti perkembangan zaman tanoa tergerus didalamnya.

Berbagai asumsi serta konsepsi yang ada pada tiap individu masyarakat adalah beragam sehingga secra umum menjadikan suatu pembentukan kepada segala sesuatu yang berkubu-kubu. Pembentukan tersebut akan memberikan dampak untuk perkembangan manusia itu sendiri maupun dunia secara luas karena adanya sifat ketidakpuasan dan perkembangan untuk perubahan. Perkembangan khazanah pemikiran kali ini merupakan suatu bukti perkembangan pemikiran dan akan manusia memiliki kelebihan dibandingkan dengan makhluk lainnya. Khazanah inilah yang akan mengacu dan menjadikan manusia menjadi lebih baik dan lebih tinggi derajatnya.

Pada titik awal perkembangan manusia dengan adanya perbedaan kelas yang terjadi untuk menjaga aktivasi seperti adanya pebedaan perlakuan antara kaum bangsawan atau orang yang dianggap memiliki posisi kedudukan yang tinggi dibandingkan dengan yang biasa-biasa saja, yang kemudia terjadi perkembanga kapitalisme sebagai ideologi kaum saat itu sebagai alat untuk melegalkan segala kepentingannya. Selanjutnyaakan menciptakan perbedaan atau jurang pemisah yang sangat jauh antara orang yang kaya dengan yang miskin.

Perkembanga terus terjadi dengan semakin berkembangnya kapitalisme yang menjadi liberalisme, bahkan pada saat era sekarang ini, berbagai kepentingan hanya untuk mencari suatu keuntungan bagi pemodal tanpa adanya umpan balik kepada pekerja yang merupakan suatu faktor sebuah kerjasama. Berbagai sentuhan kemanusiaan yang dilakukan oleh kaum pemodal hanya sebagai bentuk pencitraan semata. Perkembangan kapitalisme menjadi non-liberalisme juga menjadikan kehidupan ini menjadi semakin buruk sehingga terjadi berbagai penolakan. Perjuangn terus terjadi dan memberikan warna yang berbeda dan dapat dijadikan refleksi untuk menjadikan lebih baik.

Perjuangan-perjuangan yang dilakukan untuk melawan berbagai bentuk penindasan dan ketidakadilan sosial yang terjadi dengan berbagai metode tidak memberikan suatu perubahan yang lebih baik. Salah satu solusi yang belum diterapkan dalam perjuangan untuk memberikan kebebasan dalam menjalani kehidupan ini. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam islam mengatur segala sesuatu tentang tatanan dan persoalan yang ada dalam kehidupan dengan tetap selaras dengan nilai-nilai islam.

Gerakan mahasiswa yang merupakan salah satu komponen perubahan sosial seharusnya dapat berkembang dan berperan lebih agar dalam perjalanannya dapat memberikan perubahan bagi masyarakat luas. Tanggungjawab yang melekat dalam diri manusia yaitu sebagai agen of change dan agen of control, seharusnya dapat diaktualisasiakan. Sehingga dalam hal itu segala ketimpangan yang terjadi dalam rana social dapat teratasi dan menemukan jalan keluar yang sesuai dengan ajaran agama islam.

Permasalahn-permasalahan diatas meliputi beberpa aspek yang melatarbelakanginya yaitu : budaya konsumenisme, permainan media dan budaya, pragmatis, tradisional, penindasan dan sebagainya.

Adapaun rumusan masalah dalam tulisan ini yaitu apa yang dimaksud dengan ilmu sosial profetik? Dan Bagaimana ilmu sosial profetik hadir sebagai jalan menuju perubahan sosial? Serta Bagaimana hubungan ilmu sosial profetik dengan peran IMM?

Analisis permasalahan yaitu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merupakan gerakan mahaiswa dengan ideologi islam yang bertujuan mengusahakan terbentuknya akademisi islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah. Tujuan Muhammadiyah sendiri adalah mengusahakan terbentuknya masyarakat islam yang sebesar-besarnya. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang merupakan bagian dari Muhammadiyah dapat mengintegrasikan perjuangan dalam membentu rakyat yang tertindas.

Asal mula gagasan ilmu sosial profetik, seperti yang telah dirumuskan oleh Kuntowijoyo sendiri, terinspirasikan dari tulisan-tulisan Roger G dan Muhammad Iqbal.ilmu sosial seyogyanya menjadi kekuatan intelektual dan moral. Karenanya ilmu social seharusnya tidak berhenti hanya menjelaskan realitas atau fenomena sosial apa adanya namun lebih dari itu, melakukan tugas transformasi. Jadi, tujuan lebih pada usaha untuk proses transformasi sosial. Ilmu sosial tidak boleh tinggal diam tapi berpihak, dengan semangat inilah ilmu sosial profetik digunakan (Ibis, Hal :213).

Kata profetik sendiri memiliki arti dari bahsa inggris yaitu “prophet” yang berarti nabi. Jadi makna profetik adalah mempunyai sifat atau ciri seperti nabi, atau bersifat prediktif. Profetik disini dapat diartikan kenabian (Kuntowijoyo,2004:97). Seperti yang telah kita ketahui Nabi khususnya Nabi Muhammad SAW adalah suri tauladan bagi umat manusia, seorang manusia piliha yang sadar sepenuhnya dengan tanggungjawab sosial. Seorang nabi dating dengan membawa cita-cita perubahan dan semngat revolusioner yang patut untuk kita tauladani.

Ilmu sosial profetik ingin di tampilkan sebagi ilmu sosial yang tidak hanya memberikan penjelasan tentang realitas sosial dan mentransformasikannya, tapi sekliagus memberi petunjuk kearah mana transformasi ini dilakukan dan untuk tujaun ilmu sosail profetik tidak hanya sekedar merubah kebiasan demi perubahan sendiri tapi merupah berdasarkan cita-cita etik dan profetik tertentu.

Kuntowijoyo kemudian merumuskan tiga pilar ilmu sosial profetik yaitu humanisasi, liberasi, dan transformasi dari misi historis islam bagaimana terkandung didalam Al qur’an (Kuntowijoyo,2004:288). Melalui transendensi, Kuntowijoyo juga hendak menjawab problem hubungan agama dan ilmu sosial. Kuntowijoyo memaknai tarnsendensi dalam arti keimanan kepada Allah yang didevinisikan dari surat Al-imran : 110 yang artinya :

“kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk menusia, menyeru keoada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahki kitab beriman, tentulah itu yang terbaik….”

Melalui ayat inilah yang kemudian akan digunakan sebagai landasan untuk mengembangnkan ilmu sosial profetik, serta akan menjadi ciri khasnya. Penekanan dari Kuntowijoyo bahwa transendensi harus menjadi dasar dari dua unsur yang lain yaitu liberasi dan humanisasi. Menunjukkan perhatian Kuntowijoyo terhadap signifikasi agama dalam proses theology building dalam ilmu social.

Semua nilai yang digali oleh Kuntowijoyo diatas, bersignifikasi sosial, artinya lebih menekankan pada aspek interaksi dengan sesama manusia. Hak ini tak lepas dari ide-ide Kuntowijoyo yang memang lebih banyak memperbincangkan persoalan sosial umat islam pada saat itu.

Proses refleksi perlu dilakukan Bersama-sama agar dapat mengetahui akar permasalahan yang ada kemudian kita aktualisasikan untuk menjadikan internal IMM menjadi lebih baik dan mempunyai peran dalam kehidupan serta dapat menjadi tauladan bagi masyarakat sekitar.

Ketika ingin membangun suatu Gerakan dengan jelas dan dapat dengan nyata merubah permasalahan yang ada maka perlu diberikan landasan nyata dan arah gerak yang fokus. Teori sosial profetik yang ditawarkan sebagia suatu solusi untuk menyelesaikan permasalahan kapitalisme dan modernisasi yang terlampau jauh dan telah keluar dari lingkup yang kita harapkan dan kita refleksikan bersama.

Teori sosial profetik yang telah dibahas sebelumnya yaitu transendensi, humanisasi, dan liberasi sangat dekat dengan pemahaman IMM yang mempunyai trikompetensi sebagai acuan gerakannya, yaitu mencakup Religiusitas, humanitas, dan intelektualitas. Hal ini seharusnya disinergikan dan membangun gerakan social nyata dalam masyarakat. Adapun lanngkah-langkah yang dapat IMM lakukan untuk mengintegrasikannya dan membangun gerakan social nyata yaitu dengan 1) senantiasa melakukan perkaderan yang ideal untuk dapat memberikan kader-kader yang ideal untuk membangun ikatan lebih baik. System perkaderan yang ada dalam tubuh ikatan seharusnya tidak hanya bersifat formalitas tetapi lebih diarahkan kepada pemahaman sebstansial untuk membentuk kder yang diharopkan dapat di dedikasikan sebagai agen perubahan. 2) Aktualisasi gerakan IMM lebih kepada pemberdayaan diaman dalam proses pemberdayaan dalam tingkat social dapat menjadikan sasaran berdaya dan mampu meningkatkan kualitas diri, tidak hanya pada konsep saja, 3) Membangun konsep gerakan intelektual. Intelektual bukanlah orang yang tahu akan segalanya akan tetapi intelektual adalah dia yang dapat memahami permasalahan yang ada kemudian bertindak untuk menyelesaikannya dan tidak hanya sebatas membrikan teori semata akan tetapi pengaktualisasian. 4) pelekatan tanggungjawab yaitu sebagai agen of change dan agen of control. Dimana tanggungjawab yang melekat tersebut merupakan hal yang harus dilakukan karena ketika dianlaisis IMM berada ditungkat tengah sehingga dapat menjangkau atas dan bawahnya.

Jangka pendek yang dapat dilakukan IMM adalah dengan membuat rancangan praksis gerakan untuk mengaktualisasikan gerakan profetik dalam analisis terhadap kapitalisme yaitu : pandangan islam mengenai  tauhid social yang harus dilaktualisasikan dalam ranah gerajan IMM dengan adanyan kesadaran transformative untuk melakukan perubahan kearah lebih baik. Misal membantu orang untuk bangkit dalam keterpurukan dan memberdayakan dengan memberikan pelatihan-pelatihan dan sebgainnya. Dalam hal ini memberikan bantuan tidak dalam bentuk yang instan, akan tetapi lebih kepada sesuatu wawasan yang adapat digunakan untuk masa sekarang dan masa yang akan dating.

By. IMMawati Nurfadila Akhmad Anggota Bidang Tabligh dan Kajian KeIslaman PC IMM Djazman al-Kindi Kota Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: