FILSAFAT

Cogito Ergo Sum (Aku Berpikir Maka Aku Ada) adalah ungkapan seorang filofof Perancis bernama Rene Decrates. Frasa aku berpikir maka aku ada ini telah menjadi sangat populer dikalangan filsafat, sehingga ketika berbicara filsafat berarti hubungannya dengan berpikir dan berpikir manjadi aktivitas keseharian manusia.  Tidak berarti berpikir adalah berfilsafat, sehingga orang yang berfilsafat pasti berpikir akan tetapi tidak semua orang yang berpikir berfilsafat. Jika kita tinjau dari arti kata filsafat maka kita akan berbicara akan cinta kebijaksanaan. Tidak bisa dipungkiri kehadiran filsafat berasal dari Yunani dengan asal kata, Philoshopia yang artinya cinta akan kebijaksanaan.

Mempelajari filsafat yang perlu diperhatikan bersama adalah dalam posisi niat dalam memperlajari filsafat. Kiranya ada tawaran yang kemudian menunjukan jalan untuk mempelajari filsafaf. Pertama, menjadi seorang filosof  (pecinta kebijaksanaan) dan yang kedua menjadi ahli filsafat. Menjadi seorang filosof berarti mikirya sendiri, refleksi sendiri, berkreasi sendiri, memproduksi ide sendiri sedangkan untuk menjadi ahli filsafat berarti mengetahui tokoh-tokoh filsafaf, baik teorinya, tahunnya, maupun kehidupnnya. Dua tawaran niat ini yang kemudian menjadi tawaran yang bisa diambil dan bisa membuat tawaran-tawaran baru yang kiranya bisa diperjelas konsepnya dan mampu diargumentasikan.

Beberapa orang kemudian hadir memandang filsafat sebagai hasil pemikiran sehingga banyak yang kemudian saling mengklaim kesesatan. Seperti sebatas memandang pernyatannya Nietzsche soal Tuhan telah mati sebatas sebagai produk pemikiran, maka klaim kesesatan hadir untuk Nietzsche. Padahal jika kita memandang dari cara atau metode berpikirnya Nietzsche, maka bisa kita iyakan pernyataan yang disampaikan. Sehingga flsafat menawarkan agar memandang sesuatu dari cara atau metode berpikir bukan pada sebatas hasil atau produk berpikir.

Keberadaan filsaat selalu diawali dengan menjawab hal-hal dengan logis. Jika kembali melihat sejarah dengan kondisi Yunani yang masih mempercayai dewa-dewa sebagai jawaban akan kehidupan yang kemudian dikatakan sebagai mitos. Maka, para filosof hadir untuk mencoba menjawab realitas kehidupan dengan akal sehat. Untuk menumbuhkan semangat berfilsafat maka beberapa jalan yang perlu dilalui diantaranya. Jalan membuka pikiran, filsafat selalu terbuka dengan gagasan orang lain bahkan kritik-kritik orang lain yang kemudian menjadikan kita melihat beranekaragam sudut pandang. Jalan yang berikut adalah membangun semangat rasa ingin tahu atau penasanan, dengan rasa ingin tahu yang tinggi menjadikan kita semangat berpikir dan mencari tahu tinggi sehingga hal-hal yang orang lain dianggap biasa, bagi kita adalah sesuatu yang tidak luar biasa karena dengan semangat rasa ingin tahu itu tadi dan hanya orang yang berpikir saja yang mengetahui. Jalan yang ketiga adalah kebijaksanaan, berbicara filsafat akan kebijaksanaan tidak hanya benar tapi harus bijaksana, kapan kita harus maju dan kapan harus mundur, kapan kita harus makan dan kapan kita harus makan dan kapan kita harus tidak makan dan lain sebagainya.

Kesimpulan sederhanya adalah belajar filsafat atau berfilsafat bisa membuat kita semakin dekat dengan Tuhan (regius) dan sebaliknya, bisa juga membuat kita jauh dari Tuhan dan menyimpang dari yang telah diciptakan-Nya. Gunakan pikiran untuk berpikir, gunakan telinga untuk lebih banyak mendengar dari pada berbicara ( 2 kuping telinga 1 mulut) dan jadikan mata untuk melihat pengetahuan. Jadilah manusia yang manusia sehingga tanpa kita mengenal filsafat tapi kita berfilsafat.

Sekolah Filsafat

Wisma Damar, 8-9 Februari 2020

PC IMM Djazman al-Kindi Kota Yogyakarta

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: