Perspektif Gerakan Mahasiswa Memandang Klitih

Pimpinan Cabang IMM Djazman Al-Kindi Kota Yogyakarta bersama Lingkar Mahasiswa Nasional Demokrasi Wilayah Yogyakarta merespon dengan melakukan diskusi karena ini merupkan ruh dalam gerakan mahasiswa. Adanya klitih yang akhir-akhir ini menjadi momok tersendiri disemua kalangan. Secara bahasa jawa nya klitih bisa diartikan kemelitih yang dulunya bukanlah hal negatif namun lambat laun klitih kini menjadi sesauatu yang berdampak ngatif, apalagi pelaku utamanya masih duduk dibangku sekolah, berdasarkan jejak rekamnya klith merupakan khas Yogyakarta namun sayangnya identik dengann aktifitas kekarasan seperti mncari lawan sekolah hingga tidak pandang bulu siapapun korbannya. Dan hal ini sidah merupakan tragedi yang harus ditanggulangi secara bersama-sama.

Oleh karena itu peran keluarga dalam hal pendidikan anak menjadi hal mendasar untuk bisa membentuk kepribadiannya, karena tak khayal apabila pelaku kekerasan disini mereka yang kurang diperhatikan oleh orang tuanya, sehingga sang anak mencoba mencari kenyamanan dalam dirinya atau ingin diakui keberadaannya, maka peran lingkungan juga merupakan satu kesatuan dalam pendidikan serta tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan.

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi sekarang ini memudahkan semua elemen untuk bisa mengakses seluruh informasi yang ada baik positif dan negatif hingga keseluruh pelosok negari, namun seringkali masih luput dalam menginformasikan kejadian-kejadian dilapangan secara nyata atau cenerung tebang pilih. Dinas pendidikan yang menjadi payung hukum sekolah sekolah dasar hingga menengah atas, akan lebih baik jika secara bersama-sama dengan para kelyarga siswa untuk mengedukasi-eduksi hal-hal yang bersifat negatif seperti klitih sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya.

Dalam dunia pendidikan, pendidikan budi pekerti seharusnya menjadi perhatian utama dalam penyiapan generasi-generasi muda kedepan sesuai dengan cita-cita luhur bangsa yakni mencerdaskan kehidupan bangsa yang berdaulat adil dan makmur. Oleh karena itu sudah menjadi tanggungjawab bersama untuk bia mewujudkannya secara baik, salah satu usahanya menyadarkan masyarakat, melakukan refleksi diri atau motivasi masa remaja kita, bahwa kita lah yang nanti meneruskan kedaulatan bangsa dan kemajuan bangsa, agar peristiwa klitih yang marak terjadi tidak bertambah luas melainkan bisa dihilangkan dan membuat rasa aman dan tentram.

  1. Mendorong keluarga untuk memperhatikan pendidikan anak dalam keluaga
  2. Mendorong lingkungan sekitar untuk menciptakan hal-hal positif terlebih jika terdapat banyak anak-anak remaja
  3. Peningkatan peran media sebagai penyaji informasi secara faktual
  4. Mendorong dinas pendidikan untuk tidak saling lempar=melempar dalam proses pendidikan
  5. Menggalakkan pendidikan budi pekerti disetiap sekolah
  6. Bahwa klitih bukan lagi isu melainkan tragedi
  7. Meningkatkan kepekaan masyarakat dan penegak hukum
  8. Memrefleksikan masa remaja
  9. Mempertegas pemerintah sehingga bukan rakya saja yang disalahkan tapi pemerintah yang mempunyai kebijakan mengatur sistem seharusnya menjadi lebih bijak dan mengambil tindakan tegas

 

Diskusi dipantik oleh Ridwan (Warga DIY), Bung Eko (LMND), dan IMMawan Ilham (IMM) yang dilaksanan dalam menyikapi maraknya klitih yang diselenggarakan oleh Bidang Hikmah PC IMM Djazman al-Kindi Kota Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: