SENGAJA

 

Menyebalkan, menyebalkan, dan sangat menyebalkan

Dititik ini inginku meneriakan kebodohanku yang lugu

Sosok yang dahayu mulai muncul setelah sekian lama menghilan

Hati seraya tak tenang, layak sungai renjana yang menabrak bebatuan

 

Pada awal kedatangan mu, layaknya tamu yang tak diundang yang memaksa diri untuk masuk

Tak memiliki tempat tuk menetap, adalah sebuah alasan yang membuat rasa empati timbul dari dasar hati

Kau sengaja hadir kembali saat perasaan ini mulai terasa kering dan tandus

Kau berikan senyuman segar ke dasar hatiku, seperti petani yang menyirami padi tak terurus itu

 

Alih-alih ingin segera mengusirmu jauh, ku buat pertikaian agar kau pergi dan kau malah semakin nyaman untuk berteduh

Menyebalkan, menyebalkan, dan sangat menyebalkan

Kupikir kau adalah orang yang membosankan dan kurang perhatian

Seiring bergantinya siang dan malam, jarum jam terus berdentang tanpa sadar aku merasa nyaman denganmu

Masih teringat senyuman hangat itu yang menempel di kepala,

Ya, memang benar, akibat senyuman itulah yang membuat perasaanku meledak layaknya kembang api dimusim panas

 

Oleh Thomson Promotor Muhammad Reza

(Anggota Bidang Kader PK IMM FEB UHAMKA Jakarta Timur 2019 – 2020 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: