Mahasiswa Berinovatif

Oleh Djazman Ristec Society

Mahasiswa adalah sebutan bagi orang yang sedang menempuh pendidikan tinggi di sebuah perguruan tinggi yang terdiri atas sekolah tinggi, akademi, dan yang paling umum adalah universitas. Untuk dapat menempuh ke jenjang kuliah tidaklah mudah, banyak hal yang harus dikorbankan

Mahasiswa atau Mahasiswi adalah panggilan untuk orang yang sedang menjalani pendidikan tinggi di sebuah universitas atau perguruan Mahasiswa adalah seorang agen perubahan dalam masyarakat dan tentunya juga sebagai kontroler dalam pemerintahan. Jadi sebagai seorang mahasiswa kita mampu untuk melakukan perubahan dalam masyarakat disekitar kita sendiri dan dapat mengontrol kebijakan-kebijakan pemerintah. Sehingga sebagai mahasiswa kita harus mampu melakukan pergerakan dan perubahan yang menguntungkan bagi masyarakat.

Mahasiswa secara harfiah berasal dari dua buah kata “Maha” dan “Siswa”,  menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia  Maha  memiliki arti sebuah bentuk terikat 1 sangat; amat; teramat; 2 besar, sedangkan Siswa adalah seorang murid. Sederhananya kita dapat mengartikan mahasiswa adalah seorang murid yang “besar”. Ya benar, seorang murid yang “besar”, dengan kata besar dalam tanda kutip, yang memiliki banyak arti yang kompleks terkait dengan kata sebelumnya. Dalam perspektif saya mengenal arti kata besar adalah :

  1. “Besar” dalam pemikiran, kondisi yang labil, jiwa yang meledak-ledak, emosi yang mudah meluap, merupakan sifat yang lekat dengan seorang mahasiswa, karena dalam orientasinya seorang mahasiswa merupakan seorang pemuda yang dalam proses pencarian jati diri. Dalam fase ini segala bentuk hal baik-buruk tentang kehidupan coba digali untuk membentuk sebuah karakter dari seorang insan manusia yang dewasa. Salah mengartikan hal baik ataupun buruk akan mengakibatkan seorang mahasiswa dapat terjerumus dalam jurang kehidupan.
  2. “Besar” dalam bertindak, tanggung jawab yang ditemban menjadi seorang agent of change, menuntut seorang mahasiswa agar mampu untuk mencerminkan sebuah sikap sebagai seorang civitas akademika. Mandiri, berbudi pekerti luhur, serta berjiwa sosial merupakan salah satu bentuk perkembangan sikap seorang mahasiswa yang beranjak meninggalkan masa kanak-kanak, karena semakin bertambah umur akan semakin besar tanggung jawab yang harus kita pikul.
  3. “Besar” dalam bermimpi, bermimpi merupakan sebuah langkah awal untuk mewujudkan cita-cita, lautan mimpi yang begitu luas bebas kita selami, berhenti bermimpi sama halnya kita membunuh diri kita sendiri secara pela-pelan. Mimpi merupakan sebuah tujuan hidup yang harus kita wujudkan, karena dengan mimpi kita dapat memotivasi diri kita agar dapat mewujudkan mimpi.

Mahasiswa tidak sama dengan siswa. Sebagai mahasiswa, kita dituntut untuk lebih mandiri dan berbeda dengan mereka, yang bukan mahasiswa. Baik dalam dilingkungan kampus ataupun diluar lingkungan. Di lingkungan kampus misalnya dalam bidang akademis, seorang mahasiswa harus mampu menyelesaikan kontrak kuliahnya yang dikenal dengan istilah SKS (Sistem Kredit Semester). Tidak hanya mengandalkan materi yang diberikan oleh dosen, seorang mahasiswa harus mempunyai kesadaran sendiri untuk menambah wawasan mata kuliah atau umum tanpa harus diperintah oleh dosen. Jadi, proses itu sendiri tidak hanya diterima di dalam ruangan ketika pembelajaran sedang berlangsung. Aktif di organisasi internal kampus juga dapat menjadikan kita pribadi yang mandiri, dimana disana kita dapat menemukan masalah-masalah baru dan kita harus mampu menyelesaikannya dengan cara yang dewasa. Di luar lingkungan kampus, misalnya dilingkungan tempat tinggal, kita bisa berperan aktif dengan masyarakat dan membantu mereka yang kurang memahami apa yang kita pahami. Kita bisa menjadi penghubung masyarakat dengan lembaga-lembaga yang dibutuhkan olehnya. Karena kita mengenal istilah Tri Dharma Perguruan Tinggi yang salah satunya adalah pengabdian pada masyarakat.

Mahasiswa tidak hanya mengejar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) semata tetapi juga harus mampu memahami ilmu serta menerapannya didalam lingkungan masyarakat karena dengan hal itulah kita dianggap mampu dalam mengaplikasikan sehingga dengan hal itu ilmu yang kita dapat selama perkuliahan menjadi lebih bermanfaat. Terlebih di era yang serba canggih seperti saat ini, yang dibutuhkan sebuah ide kreatif dan inovatif tak hanya sekedar formalitas nilai, maka dapat dipastikan kita hanya mendapat pengetahuan teori saja itupun jika kita dengan sungguh-sungguh mengikuti perkuliahan, tetapi jika sebaliknya? . untuk itulah kita harus memiliki nilai atau kualitas diri yang unik daan berbeda dengan orang lain. Dengan meningkatkan kemampuan baik softskill dan hardskill kita akan tahu bahwa betapa berharganya nilai kita dimata orang lain, sehingga ini akan memberi keuntungan yang baik.Untuk itu Mahasiswa perlu mengembangkan Kemampuan yang dimiliki karena pada hakekatnya manusia itu unik. Selain mengembangkan kemampuan hal yang wajib dimiliki setiap mahasiswa adalah Ahlak yang baik, hal ini menjadi pembatas apabila merealisasikan gagasan inovasi harus sesuai etika dan peraturan yang ada sehingga tidak melanggar aturan Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: