Siklon Seroja dan Aurel Atta : Dampak Bencana Siklon Tropis 99S

 

Oleh : Baiq Sukma Cholifia S (Ketua Umum PC IMM Djazman Al Kindi 2021-2022)

Penyebab terjadinya bencana besar di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah bibit siklon tropis 99S. Bibit siklon ini berada di perairan kepulauan Rote, Nusa Tenggara Timur. Badan meteorologi, klimatologi dan geofisika (BMKG) resmi menamakan badai siklon tropis 99S di Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai Badai Siklon Tropis Seroja. Badai Siklon Tropis Seroja merupakan penyebab banjir bandang dan longsor yang terjadi hampir di seluruh wilayah NTT, NTB dan Timor Leste beberapa hari terakhir.

Perlunya mitigasi dan prediksi mengenai Badai Siklon Seroja yang dapat dilakukan, agar tidak menimbulkan banyak korban dan kerusakan. Seperti yang sering kita lihat di Jepang, US dan negara lainnya yang mana bencana tersebut mendekat dan melanda di bulan Agustus dan Oktober setiap tahun.

Melihat frekuensi publik dan bencana terkait ramainya pemberitaan oleh media tentang kehadiran pak Jokowi dalam pernikahan Atta dan Aurel yang sangat besar tetapi media sosial pun sepi, seolah tak mendengar adanya peringatan dari BMKG dan minimnya mitigasi bencana, bahkan saat siklon mulai tiba terlihat sepi dan reaksi publik yang baru mengetahui terkait hal ini.

Badai siklon seroja diprakirakan menjauhi wilayah indonesia, secara tidak langsung keberadaan bibit siklon tersebut dapat berkontribusi cukup signifikan terhadap peningkatan labilitas atmosfer dan pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah di Tanah Air. Sehingga keberadaan bibit siklon tersebut dapat mendorong peningkatan kecepatan angin yang berdampak pada ketinggian gelombang di sebagian wilayah perairan Indonesia. Hal tersebut merupakan dampak langsung yang dapat ditimbulkan oleh Siklon Tropis.

Indonesia bukan merupakan daerah lintasan siklon tropis, namun demikian keberadaan siklon tropis di sekitar Indoensia, terutama yang terbentuk di sekitar Pasifik Barat Laut, Samudra Hindia Tenggara dan sekitar Australia akan mempengaruhi pembentukan pola cuaca di Indonesia. Perubahan pola cuaca inilah yang kemudia menjadikan siklon tropis memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia.

 

Sumber : meteo.bmkg.go.id  bnpb.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: